Rabu, 09 Maret 2016

Fa'ala Isim-nya apa???



“Santri Baru”

 
 Santri identik dengan pengajian Kitab Kuningnya. Salah satu yang dikaji disebuah pondok pesantren yakni ilmu Alat (Nahwu). Sebuah ilmu yang wajib dipelajari dan dikuasai oleh semua kalangan santri.  

                Ada seorang santri baru di pondok pesantren Al-Mukhsinin, santri itu bernama Ponco. Ketika waktu pengajian ilmu Alat (Nahwu), yang diajarkan oleh seorang ustadz dan membahas pelajaran tentang bab Fa’il (فاعل). Pada saat ustadz selesai menjelaskan bab tersebut, kemudian ustadz pun membuka pertanyaan. Kemdian seorang santri yang bernama ponco bertanya:

Ponco: Ustadz saya mau bertanya, “Fa’ala isim-nya apa ustadz??” dengan serentak Santri-santri pun tertawa. Wkwkwkwk


Ustadz: Dengan memasang wajah antara kaget dan bingung. Kemudian ustadz bertanya, “Co, jenengmu sopo??” Dengan logat jawa, (nama kamu siapa??).

Dengan tenang ponco pun menjawab….

Ponco: “Nami kulo ponco, ustadz”.

Ustadz: “ponco. Sebelum ngaji disini udah pernah ngaji kitab nahwu apa belum?”.

Ponco: “Sudah pernah ustadz, dulu disekolah aliyah”.

Ustadz: “Opo jenenge kitab e,Co?”.

                Ponco pun bingung menjawab (raut wajah ketakutan), karena sebelumnya dia belum pernah mengkaji kitab nahwu…

Ponco: menjawab dengan gagap.”Aaaa… anu tadz. Kitabnya namanya Qurotul ‘uyun ustadz”.

                Dengan serentak ustadz dan santri pun tertawa terbahak-bahak (wkwkwkwk), karena kitab yang disebutkan bukan kitab yang membahas tentang ilmu alat. Kemudian ustadz menjawab kembali.

Ustadz: “Ponco, sampean perlu belajar nahwu kembali dengan kitab yang sesungguhnya. Dan klo diajak bicara jangan bohong lagi yaa…”

                Dengan peristiwa itu, akhirnya semua santri merasa memiliki tanggung jawab untuk mengajari pelajaran nahwu kepada ponco, begitu pun dengan pak Ustadz Busro. Karena itulah, ilmu Roso dari seorang santri dapat tumbuh dengan sendirinya. Ilmu Roso itu bagi santri sangat berguna ketika pulang nanti di sekeliling masyarakat.

Sekian terima kasih…

@santriTebuireng


               



0 komentar:

Posting Komentar